Updateindonesia

Ciri-Ciri Terserang Virus Corona COVID-19

Update IndonesiaCiri-Ciri Terserang Virus Corona COVID-19, Virus corona yang mengakibatkan penyakit COVID-19 mengontaminasi paru-paru dan mengusik pernafasan. Dua tanda-tanda khusus virus corona ialah demam dan batuk kering, yang terkadang bisa mengakibatkan permasalahan pernafasan. Batuk yang perlu dicurigai ialah batuk kering dan terus-terusan. Ini memiliki arti Anda alami batuk lebih dari satu jam, atau alami tiga ataupun lebih batuk tidak henti di dalam 24 jam. Bila Anda telah terbiasa batuk, batuk karena corona akan tambah jelek dari umumnya.

Tanda-tanda corona yang lain ialah demam yang lebih dari 37.8 celcius. Demam ini dapat membuat pasien berasa hangat, dingin, atau kedinginan. Sakit kerongkongan, sakit di kepala, diare, dan kehilangan kekuatan untuk membaui dan rasakan sudah disampaikan sebagai salah sati tanda-tanda terserang virus corona COVID-19 Diperlukan rata-rata lima hari untuk mulai memperlihatkan tanda-tandanya, tapi sebagian orang akan memperolehnya kelak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan masa inkubasi berjalan sampai 14 hari.

Ciri-Ciri Terserang Virus Corona COVID-19

  • Napas Pendek

Napas sesak umumnya bukan tanda-tanda awalnya COVID-19, tapi itu ialah yang paling serius. Itu dapat terjadi sendirinya, tanpa batuk. Bila dada berasa ketat atau Anda mulai berasa seakan-akan Anda tidak dapat bernapas cukup dalam untuk isi paru-paru dengan udara, itu tanda untuk melakukan tindakan cepat, kata beberapa pakar. “Bila ada napas sesak selekasnya kontak penyuplai service kesehatan Anda, perawatan genting di tempat atau departemen genting,” kata Presiden Federasi Klinis Amerika Dr. Patrice Harris. CDC memberikan pertanda peringatan genting lain untuk COVID-19 sebagai “merasa sakit yang terus-terusan atau penekanan di dada,” dan “bibir atau muka kebiruan,” yang bisa memberikan indikasi kekurangan oksigen. Peroleh perhatian klinis selekasnya, kata CDC.

  • Demam Tinggi

Demam ialah pertanda kunci COVID-19. Karena sebagian orang bisa mempunyai temperatur badan pokok lebih rendah ataupun lebih tinggi dari temperatur normal 37,6 derajat Fahrenheit (37 derajat Celcius), beberapa pakar menjelaskan tidak memusatkan pada angka. Tidak boleh memercayakan temperatur yang diambil pada pagi hari, kata ahli penyakit menyebar Dr. William Schaffner, seorang profesor kedokteran penangkalan dan penyakit menyebar di Vanderbilt University School of Medicine di Nashville. “Temperatur kami berbeda pada siang hari. Bila Anda mengantarnya pada jam delapan pagi, itu kemungkinan normal”. Sebagai tukarnya, mengambil temperatur badan Anda pada sore hari dan malam hari. “Salah satunya tanda-tanda demam yang umum ialah temperatur badan Anda naik pada sore hari dan sore hari. Itu ialah langkah umum virus hasilkan demam.”

  • Batuk Kering

Batuk ialah tanda-tanda umum yang lain, tapi batuk karena corona bukan batuk biasa. “Itu bukan rasa geli di kerongkonganmu. Anda bukan hanya batuk untuk bersihkan kerongkongan. Tidak cuma batuk karena iritasi,” terang Schaffner. Batuk itu mengusik dan dapat dirasa tiba dari dalam dada. “Itu berawal dari tulang dada atau tulang dada Anda, dan Anda bisa menjelaskan jika tabung bronkial Anda meradang atau mengalami iritasi,” lebih Schaffner. Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia di bulan Februari mendapati lebih dari 33% dari 55.924 orang dengan kasus COVID-19 yang diverifikasi laboratorium alami batuk berdahak dari paru-paru mereka.

  • Menggigil Dan Sakit Di Sekujur Badan

Rasa menggigil dan sakit di sekujur badan umumnya tiba saat malam hari.Tidak seluruhnya orang akan mempunyai reaksi yang kronis, kata beberapa pakar. Sebagian orang kemungkinan tidak menggigil atau sakit sama sekalipun. Seseorang kemungkinan alami kedinginan seperti flu yang lebih enteng, kecapekan dan sakit pada persendian dan otot, yang bisa membuat susah untuk ketahui apa itu flu atau virus corona. Salah satunya pertanda Anda mempunyai COVID-19 ialah bila tanda-tanda Anda tidak lebih baik sesudah satu minggu ataupun lebih dan terus lebih buruk.

  • Ketidaktahuan Yang Mendadak

Bicara mengenai pertanda yang lebih buruk, CDC menjelaskan ketidaktahuan yang mendadak atau ketakmampuan untuk bangun dan siaga kemungkinan sebagai pertanda serius jika perawatan genting dibutuhkan. Bila Anda atau orang yang disayangi mempunyai beberapa gejala itu, khususnya dengan pertanda krisis yang lain seperti bibir kebiru-biruan, kesusahan bernapas atau ngilu dada, CDC menjelaskan untuk selekasnya cari kontribusi.

  • Permasalahan Pencernaan

Awalannya sains tidak berpikiran diare atau permasalahan lambung ciri khas yang lain akan ada sebagai tanda-tanda SARS-CoV-2. Makin banyak riset mengenai korban yang selamat, rupanya banyak yang alami hal tersebut. Dalam sebuah study di luar Cina di mana mereka menyaksikan banyak pasien yang paling dahulu, sekitaran 200 pasien, mereka mendapati jika tanda-tanda pencernaan atau lambung (gastrointestinal) sebetulnya berada di sekitaran 1/2 dari pasien, kata Dr. Sanjay Gupta.

  • Mata Merah Muda

Riset dari Cina, Korea Selatan dan sisi lain dunia memperlihatkan jika sekitaran 1% sampai 3% orang dengan COVID-19 menanggung derita konjungtivitis, biasanya dikenali sebagai mata merah muda. Konjungtivitis, satu keadaan yang paling menyebar saat disebabkan karena virus, ialah infeksi pada susunan jaringan yang tipis dan terbuka, yang disebutkan konjungtiva, yang tutupi sisi putih mata dan sisi dalam kelopak mata. SARS-CoV-2 hanya satu dari banyak virus yang bisa mengakibatkan konjungtivitis, hingga tidak mengagetkan untuk beberapa periset jika virus yang baru diketemukan ini akan lakukan hal sama. Tetapi, mata merah muda atau merah menjadi satu pertanda kembali jika Anda harus mengontak dokter bila Anda pun mempunyai tanda-tanda lain COVID-19 yang lain, seperti demam, batuk, atau napas sesak.

  • Kehilangan Berbau Dan Rasa

Pada kasus coronavirus yang enteng sampai sedang, lenyapnya berbau dan rasa ada sebagai salah satunya pertanda awalnya COVID-19 yang sekurang-kurangnya biasa. “Anosmia, terutamanya, sudah kelihatan pada pasien yang pada akhirnya ditest positif untuk virus korona tanpa tanda-tanda lain,” menurut American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery. Sebuah analitis terkini pada beberapa kasus enteng di Korea Selatan mendapati tanda-tanda khusus pada 30% pasien ialah lenyapnya penciuman. Di Jerman, lebih dari dua dari 3 kasus yang diverifikasi menanggung derita anosmia.

  • Mudah Capek

Untuk beberapa orang, kecapekan berlebihan menjadi pertanda awalnya terkena coronavirus baru. Laporan WHO mendapati nyaris 40% dari nyaris 6.000 orang dengan kasus yang diverifikasi laboratorium alami kecapekan. Kecapekan bisa bersambung lama sesudah virus lenyap. Laporan anekdotal dari beberapa orang yang sudah sembuh dari COVID-19 menjelaskan kecapekan dan kekurangan energi jadi berlanjut melalui periode rekondisi standard beberapa minggu.

  • Sakit Kepala, Sakit Tenggorokan, Dan Hidung Mampet

Laporan WHO mendapati nyaris 14% dari 6.000 kasus COVID-19 di Cina mempunyai tanda-tanda sakit di kepala dan sakit kerongkongan, sementara nyaris 5% mempunyai hidung mampet. Pasti bukan pertanda umum dari penyakit ini, tapi terang serupa dengan pilek dan flu. Kenyataannya, banyak tanda-tanda COVID-19 bisa seperti flu, terhitung sakit di kepala dan permasalahan pencernaan yang disebut awalnya, sakit badan dan kecapekan. Tanda-tanda yang lain yang seperti pilek atau alergi, yakni sakit kerongkongan dan hidung mampet.

Related Posts