Updateindonesia

Kenali Games Android Terbaik Di Dunia

Update IndonesiaKenali Games Android Terbaik Di Dunia, Google Play bukan sekadar toko program dan game buat piranti Android. Service dari Google yang awalnya namanya Android Pasar ini sudah menjelma jadi tempat developer program dalam beradu kreasi dan pengembangan. Tidak salah, ini membuat pemakai Android makin termanjakan oleh bermacam program dan game berkualitas.

Usaha developer untuk menyuguhkan kreasi terbaik di program bikinannya tidak lepas dari sorotan Google. Karenanya, Google melangsungkan gelaran Google Play Awards semenjak 2016. Gelaran ini mempunyai tujuan untuk memberikan animo paling tinggi untuk program dan game dengan kualitas hebat.

Desember 2020, Google Play Awards ke-5 sudah sukses diadakan. Pada penyelenggaraan ini kali, ada lima kelompok penghargaan. Bukan hanya program dan game, tapi juga buku, film, dan nominasi opsi beberapa pemakai. Tetapi, yang bakal kita babar saat ini ialah masalah game.

Kenali Games Android Terbaik Di Dunia

  • Genshin Impact

Genshin Impact masih ‘anak bawang’ bila disaksikan kapan game ini nongkrong di Google Play Toko. Game garapan developer miHoYo ini baru berada di Google Toko pada September 2020. Tidak disangka hadirnya mendapatkan ketertarikan tinggi dari pencinta game. Hal tersebut ditunjukkan dengan angka unduhan dari game penjelajahan ini yang capai lebih dari 10 juta. Saat itu, lebih dari 1 juta orang memberikan pembahasan, dan hasilkan peringkat 4,5 dari optimal 5. Dari sisi jalan cerita, Genshin Impact memang panjang.

Karena, pemain diwajibkan lakukan eksploitasi di dunia terbuka (open-world). Yaitu untuk jalan, memanjat, berenang, terbang, mengolah, sampai bertanding. Kemampuan game ini berada di hidangan diagram (seperti panorama) dan dampak suara yang memikat. Kesan yang muncul juga seolah-olah seperti mainkan game di konsol. Karena pengembangannya, Genshin Impact raih penghargaan sebagai game terbaik (Best Games of 2020). Disamping itu, game ini raih penghargaan sebagai salah satunya games inovatif terbaik (Best Games Changers). Coba mainkan game ini dengan mengaksesnya disini.

  • Spongebob : Krusty Cook-Off

Apa yang terjadi bila semua kelucuan aneh di kartun SpongeBob disalin ke sebuah game? Rupanya segi jenakanya benar-benar tidak lenyap. Ini muncul karena jalan cerita yang diadaptasi persis sama sama yang berada di film-nya. Games buatan Nukebox Studios dan Tilting Poin ini termasuk simpel. Yaitu hanya replikasi mengolah di Krusty Krab, berikut kebebasan untuk membuat dekorasi restaurant dan penyesuaian baju watak. Walau demikian, rasa ingin tahu orang untuk mainkan game ini tidak dapat dibendung.

Sampai artikel ini dicatat, telah ada 10 juta orang lebih yang mengambil game enteng dan hebat ini. Sekitar 233 ribu orang salah satunya sudah memberikan tanggapan yang hasilkan peringkat 4,3. Perolehan itu membuat Spongebob: Krusty Cook-Off mendapat penghargaan sebagai Users’ Choice Games of 2020 (Games Opsi Pemakai). Disamping itu, game ini menjadi satu diantara yang menerima penghargaan Best Pick Up dan Play (Game Casual Terbaik). Serunya bermain games Spongebob: Krusty Cook-Off dapat kamu alami dengan mengambilnya lewat link ini.

  • Brawlhalla

Brawlhalla awalannya dibuat untuk PC dan beberapa konsol game. Baru pada Agustus 2020, si developer, Blue Mammoth Game, sediakan game ini untuk piranti Android dan iOS lewat Ubisoft. Games play yang dihidangkan Brawlhalla cukup memikat buat kelas game pertempuran. Seorang pemain diwajibkan pilih satu watak untuk bertanding untuk menaklukkan satu demi satu lawan pada sebuah tempat. Kemenangan yang dicapai jadi ticket untuk terhubung ke stage seterusnya. Bukan hanya stage kelanjutan yang didapatkan, tapi juga skin, emotikon, watak baru, dan sebagainya.

Dalam tempat pertempuran, pemain dapat keluarkan gempuran, senjata, jurus, melonjak, dan jalan cepat. Pertempuran semakin hebat karena kamu dapat bermain dengan beberapa model. Satu diantaranya ialah model Free-For-All, alias 4 pemain online bertanding di satu tempat. Menariknya, model itu dapat menghadapkan pemain dari bermacam basis (cross-play). Adapun game ini bisa juga dimainkan secara off-line. Di basis Android, game dengan diagram kartun 2 dimensi ini telah didownload lima juta orang lebih, dan mendapatkan peringkat 4,3. Oleh karenanya, tidak salah jika Google Play menganugerahkan Brawlhalla sebagai salah satunya game bersaing terbaik edisi 2020. Kamu dapat turut bertanding untuk menjadi penguasa Valhalla dengan mengambil game ini di sini.

  • Bullet Echo

Game tactical battle-royale kenyataannya bisa juga dibungkus dengan diagram simpel dengan game-play top-down (sorotan di atas). Berikut Bullet Echo, sebuah game dari ZeptoLab yang melaju di Play Toko pada Mei 2020. Game ini menuntut kecepatan dan naluri dari pemain untuk dapat menerka adakah lawan disekelilingnya. Masalahnya dalam tempat yang misteri, radius penglihatan pemain terbatas, cuman ada cahaya senter yang menolong. Pemain harus juga peka pada suara gerakan musuh. Salah mengambil cara dapat berbuntut kalah karena ketembak.

Bullet Echo sediakan bermacam watak dengan kekuatan yang beragam jenis. Sejauh permainan, kamu akan mendapatkan beragam poin seperti peralatan persenjataan. Adrenalin dan serunya dipercaya akan terpicu dalam model bermain sendirian atau bergerombol. Dalam Google Play Awards 2020, game yang telah didownload lebih dari lima juta orang ini mendapatkan penghargaan Best Competitive (Games Bersaing Terbaik). Kamu menjadi sisi dari serunya bermain Bullet Echo dengan mengambilnya di sini.

  • GWENT : The Witcher Card Games

Developer game dari Polandia, CD Projekt Red, pasti ingin mengulang-ulang keberhasilan besar seperti saat menghasilkan The Witcher 3: Wild Hunt. Game itu raih 18 penghargaan prestise semenjak melaju pada 2013. Salah satunya penghargaan yang dicapainya ialah Most Anticipated Games dari The Games Awards 2014. Tetapi, CD Projekt Red tidak lalu mem-porting game ini untuk piranti Android. Mereka juga coba menyuguhkan watak-karakter epik di The Withcer ke game permainan kartu yang dinamakan “Gwent”. Gwent: The Witcher Card Games tidak seperti game permainan kartu secara umum. Rupanya usaha itu menghasilkan penghargaan Best Competitive Games 2020.

Game yang melantai di Google Play Toko pada Maret 2020 ini cuman memperkenankan pemain untuk keluarkan satu kartu tiap gantian. Ini membuat pemain perlu memutar otak membuat taktik untuk dapat memenangkan dua dari 3 ronde. Adapun pemain diberi pilihan untuk pilih 25 kartu dari 5 pihak yang ada, dan pilih 1 dari 3 leader. Pemain yang dipastikan menang ialah yang sanggup menaklukkan rivalnya sekitar dua ronde. Kamu dapat mencoba Gwent: The Witcher Card Games dengan mengaksesnya di sini.

  • Legends Of Runeterra

Developer game asal dari Amerika Serikat, Riot Game, tidak pernah keluar jenis MOBA semenjak mengeluarkan League of Legends (LoL) pada 2009. 10 tahun berlalu, mereka coba membanting kemudi dengan menghasilkan beberapa game dengan bermacam jenis. Satu diantaranya ialah Legends of Runeterra yang disebut game permainan kartu. Sama dengan Gwent yang mengadopsi watak dari The Withcer, Legends of Runeterra diwarnai oleh watak-karakter dari League of Legends. Ini membuat beberapa pemain setia LoL tidak akan asing saat masuk ke dunia Runeterra. Konsep game ini serupa dengan game permainan lain, seperti Yu-Gi-Oh. Yaitu serang lawan untuk habiskan Hit Poin.

Tetapi, kesan di Legends of Runeterra betul-betul seperti game MOBA karena yang terserang ialah Nexus (seperti turret). Saat akan mainkan game ini, pemain perlu pilih kartu secara bebas. Ketentuannya, pemain harus ambil dua region kartu dari 7 yang disiapkan. Ada tiga tipe kartu di sini: Champion, Followers, dan Spells (sichir). Penyatuan kartu dari 2 region dapat hasilkan kartu baru dengan kekuatan dampak yang semakin besar. Tetapi, untuk dapat lakukan penyatuan kartu, seorang harus mengingatkan 40 kata kunci. Memang lumayan sulit, tapi kenyataannya game ini raih penghargaan Best Competitive Games pada Google Play Awards 2020.

  • The Seven Deadly Sins : Grand Cross

Games apa yang telah ada dalam benakmu saat dengar nama developer Netmarble? Apa RF (Rising Force) Online? Pas sekali, developer games asal Korea Selatan itu populer dengan gim-gim ber-genre RPG (Role-Playing Games). Walau demikian, tidak seluruhnya game yang mereka buat ber-genre RPG. Pengalaman mereka yang panjang menekuni di jenis itu bawa The Seven Deadly Sins: Grand Cross melangkah menjadi salah satunya yang terbaik. Game yang diadaptasi dari anime dengan judul yang serupa ini mendapatkan penghargaan Best Competitive dalam Google Play Awards 2020. Point menarik dari game ini sudah pasti calan narasi mendalam yang sayang bila cuman di-skip.

Karena, dengan ikuti alur ceritanya, pemain akan ikut pahami watak-karakter yang berada di dalam game. Selanjutnya, visualisasi 3D keren membuat tiap orang yang mainkan akan terpana. Dengan singkat, game ini keduanya sama seperti gim-gim RPG secara umum. Pemain disuruh menuntaskan visi dan kumpulkan poin. Serunya game ini tidak dapat ditulis pada sebuah atau dua kalimat. Kamu harus merasainya langsung dengan mengambilnya di sini.

  • Cookies Must Die

Google Play Awards 2020 memberikan penghargaan ke gim-gim hasil ramuan pribadi atau developer kecil yang mandiri. Terakhir game ini disebutkan dengan game indie. Satu dari 5 game yang raih penghargaan sebagai yang terbaik ialah Cookies Must Die dari developer Rebel Twins. Bila membaca namanya, beberapa orang kemungkinan menduga game ini mengenai mengolah kue. Rupanya game ini sepintas seperti Metal Slug atau Cyborg Kuro Chan, tapi tugasnya ialah menaklukkan monster-monster memiliki tubuh kue.

Mereka yang rindu dengan 2 game di PS 1 itu dapat bernostalgia melalui Cookies Must Die. Kamu tidak perlu tersambung dengan internet untuk mainkan game ini. Cukup tentukan watak-karakter lucu yang disiapkan, musuh beberapa lawan, dan peroleh uang untuk tingkatkan peralatan senjata. Coba mainkan game dengan mendownload-nya di sini.

  • GRIS

Pinjam kalimat Pladidus Santoso dari Jagat Ulasan, GRIS seperti kreasi seni yang hidup. Pernyataan ini memanglah tidak terlalu berlebih untuk sebuah game platformer yang ditangani oleh developer kecil, Nomada Studio. Saat mulai mainkan game ini, kamu akan dibawa ke dunia abstrak yang penuh teka-teki. Seorang gadis dengan muka sayu jatuh dari tangan raksasa menjadi pembuka set. Dia Gris, yang coba mengobati kepedihan sambil buka cakrawala mistis. Tidak ada lawan yang perlu ditantang oleh Gris. Dia cuman harus terus jalan, berenang, dan terbang buat menyusun ceritanya sendiri.

Game ini tidak tampilkan text, peta, atau panduan apa saja. Semuanya memercayakan insting dan nalar dari sang pemain untuk dapat menebak tiap visualisasi lambang, suara, dan warna. Game ini sudah raih 9 penghargaan semenjak dikeluarkan untuk Nintendo, macOS, dan Windows pada November 2018. Penganugerahan Best Indies Games dari Google Play Awards 2020 membuat penghargaan yang dipunyai GRIS genap jadi 10. Apa kamu ditantang untuk tenggelam dalam situasi GRIS? Coba mengambilnya di sini.

  • Inbento

Tidak seperti GRIS yang disebut teka-teki penuh mistis, inbento ialah teka-teki yang dapat membuat situasi hati sang pemain berseri-seri. Terutamanya bila sang pemain ialah anak-anak. Games ini tidak menuntut otak untuk berusaha keras. Cuman perlu kecermatan untuk menyaksikan ruangan kosong dalam kotak bento. Pekerjaan kamu ialah menolong sang kucing penyaji makanan untuk pilih poin makanan untuk dapat diatur dengan tepat ke kotak bento.

Poin makanan itu dapat nasi, sushi, buah, sayur, dan lain-lain. inbento sudah ada di Google Play Toko semenjak September 2019. Game ini telah didownload 10 ribu kali dan mendapatkan peringkat 4,8. Game buatan developer Afterburn ini terhitung salah satunya game yang raih penghargaan Best Indies dalam Google Play Awards 2020. Kamu bisa mencoba inbento dengan mengambilnya disini.

Related Posts